Selasa, 26 April 2016

laporan berita (tugas bahasa indonesia 2#)

BANJIR  YANG TERPARAH DI BEKASI
Tak hanya di Jakarta, hujan deras yang mengguyur sejak semalam juga membuat kawasan penyangga banjir. Sejumlah perumahan di Bekasi tergenang hingga dua meter akibat tanggul jebol dan air meluap ke pemukiman warga setempat dan sekirtarnya.
Berdasarkan pantauan beberapa kawasan di Bekasi sudah terendam banjir. Banjir menggenangi wilayah permukiman warga di Pondok Hijau. Salah satu titik tempat yang terendam banjir yaitu di Perumahan Villa Nusa Indah Jatiasih, banjir juga mulai menggenangi sejumlah ruas jalan di Bekasi. Salah satunya daerah yang terdampak dari hujan yang mengguyur semalam adalah wilayah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Bekasi terendam banjir hingga 1,5 meter
Sementara itu, imbas tanggul jebol juga membuat Perum Pondok Gede Permai, Jatiasih terendam hingga 2 meter. Begitu memasuki siang hari, ketinggian air terus bertambah di Perum Pondok Gede Permai hingga mencapai 3,5 meter bearti ketinggian air sudah naik hingga 2 meter. Warga yang sebelumnya bertahan di lantai dua akhirnya memilih untuk mengungsi.Hingga saat ini, beberapa perumahan masih terendam banjir walaupun air sudah mulai surut.
Komplek perumahan yang terdampak meliputi Kompleks IKIP-Perum Nasio Indah di Kelurahan Jatikramat Kecamatan Jatiasih. Kompleks Mustika Gamdaria Setu-Perumahan Lotus Chandra di Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Villa Nusa Indah Jatiasih serta Kompleks Perum Pondok Gede Permai di Kelurahan Jatirasa Kecamatan Jatiasih.

"Ribuan warga komplek di perumahan tersebut berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Masyarakat menyelamatkan diri di atap-atap rumah atau di tempat yang tinggi. Banyak kendaraan yang terendam banjir,"

BPBD Kota Bekasi bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Senkom Polri, Tagana, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat.

"Posko, tempat pengungsian, dapur umum, logistik, pos kesehatan dan lainnya telah dibangun dan melayani masyarakat,”

Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi akan merekomendasikan peristiwa banjir kali ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Pasalnya, banjir akibat meluapnya Kali Bekasi dinilai paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.Banjir yang terjadi kali ini diBekasi yaitu merupakan banjir yang Paling parah dibandingkan banjir setiap tahunnya, sampai-sampai debit air kiriman dari Bogor di Kali Bekasi banyak dan tidak tertampung. Sehingga, tanggul sepanjang 20 meter di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi, tak mampu menahan terjangan arus di titik pertemuan antara Kali Cikeas dengan Kali Cileungsi tersebut.Air kiriman itu sudah mencapai 500 sentimeter dari permukaan laut atau sekitar 5 meter, sudah membuka Bendungan Kali Bekasi di Jalan Hasibuan, Bekasi Timur sejak pukul 08.00 WIB kemarin pagi. Adapun, air yang dibuang ke laut mencapai 800 meter kubik perdetik. Tujuh jam dibuka, air di hulu belum juga habis.
Dalam  status KLB dibutuhkan agar penanganan banjir dapat segera dilakukan. Bila dilakukan perbaikan atas jebolnya tanggul ini maka perbaikan tanggul di Perumahan PGP membutuhkan dana miliaran rupiah. Apabila menggunakan dana daerah dinilai terlalu lama. Sehingga harus menggunakan dana tak terduga dan anggarannya mencapai Rp30 miliar. Perbaikan tanggul di Perumahan Pondok Gede Permai harus menggunakan bahan site pile sejenis tiang pancang. Pasalnya, apabila hanya menggunakan beton biasa atau bronjong kawat, dipastikan tak ada bertahan lama, mengingat di titik itu merupakan pertemuan dua sungai. Saat ini, yang harus diperbaiki 100 meter dengan ketinggian 6 meter. Sementara untuk perumahan lainya yang berada di bantaran Kali Bekasi kondisinya sudah mulai surut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar