BANJIR YANG TERPARAH DI BEKASI
Tak hanya di Jakarta, hujan deras yang
mengguyur sejak semalam juga membuat kawasan penyangga banjir. Sejumlah
perumahan di Bekasi tergenang hingga dua meter akibat tanggul jebol dan air
meluap ke pemukiman warga setempat dan sekirtarnya.
Berdasarkan pantauan beberapa kawasan di Bekasi
sudah terendam banjir. Banjir menggenangi wilayah permukiman warga di Pondok
Hijau. Salah satu titik tempat yang terendam banjir yaitu di Perumahan
Villa Nusa Indah Jatiasih, banjir juga mulai menggenangi sejumlah ruas
jalan di Bekasi. Salah satunya daerah yang terdampak dari hujan yang mengguyur
semalam adalah wilayah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Bekasi terendam
banjir hingga 1,5 meter
Sementara itu, imbas
tanggul jebol juga membuat Perum Pondok Gede Permai, Jatiasih terendam hingga 2
meter. Begitu memasuki siang hari, ketinggian air terus bertambah di Perum
Pondok Gede Permai hingga mencapai 3,5 meter bearti ketinggian air sudah naik
hingga 2 meter. Warga yang sebelumnya bertahan di lantai dua akhirnya memilih
untuk mengungsi.Hingga
saat ini, beberapa perumahan masih terendam banjir walaupun air sudah mulai
surut.
Komplek
perumahan yang terdampak meliputi Kompleks IKIP-Perum Nasio Indah di Kelurahan
Jatikramat Kecamatan Jatiasih. Kompleks Mustika Gamdaria Setu-Perumahan Lotus
Chandra di Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Villa Nusa Indah
Jatiasih serta Kompleks Perum Pondok Gede Permai di Kelurahan Jatirasa
Kecamatan Jatiasih.
"Ribuan warga komplek
di perumahan tersebut berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Masyarakat
menyelamatkan diri di atap-atap rumah atau di tempat yang tinggi. Banyak
kendaraan yang terendam banjir,"
BPBD
Kota Bekasi bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Senkom Polri, Tagana,
SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat.
"Posko,
tempat pengungsian, dapur umum, logistik, pos kesehatan dan lainnya telah
dibangun dan melayani masyarakat,”
Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta)
Kota Bekasi akan merekomendasikan peristiwa banjir kali ini sebagai kejadian
luar biasa (KLB). Pasalnya, banjir akibat meluapnya Kali Bekasi dinilai paling
parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.Banjir yang terjadi kali ini diBekasi
yaitu merupakan banjir yang Paling parah dibandingkan banjir setiap tahunnya,
sampai-sampai debit air kiriman dari Bogor di Kali Bekasi banyak dan tidak
tertampung. Sehingga, tanggul sepanjang 20 meter di
Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi, tak mampu menahan
terjangan arus di titik pertemuan antara Kali Cikeas dengan Kali Cileungsi
tersebut.Air kiriman itu sudah mencapai 500 sentimeter dari permukaan laut atau
sekitar 5 meter, sudah membuka Bendungan Kali Bekasi di Jalan Hasibuan, Bekasi
Timur sejak pukul 08.00 WIB kemarin pagi. Adapun, air yang dibuang ke laut
mencapai 800 meter kubik perdetik. Tujuh jam dibuka, air di hulu belum juga
habis.
Dalam status KLB dibutuhkan agar
penanganan banjir dapat segera dilakukan. Bila dilakukan perbaikan atas
jebolnya tanggul ini maka perbaikan tanggul di Perumahan PGP membutuhkan dana
miliaran rupiah. Apabila menggunakan dana daerah dinilai terlalu lama. Sehingga
harus menggunakan dana tak terduga dan anggarannya mencapai Rp30 miliar. Perbaikan
tanggul di Perumahan Pondok Gede Permai harus menggunakan bahan site pile
sejenis tiang pancang. Pasalnya, apabila hanya menggunakan beton biasa atau
bronjong kawat, dipastikan tak ada bertahan lama, mengingat di titik itu
merupakan pertemuan dua sungai. Saat ini, yang harus diperbaiki 100 meter dengan
ketinggian 6 meter. Sementara untuk perumahan lainya yang berada di bantaran
Kali Bekasi kondisinya sudah mulai surut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar