A. Pengertian Teknologi Telematika
Istilah teknologi telematika (telekomunikasi,
media, dan informatika) bermula dari istilah teknologi informasi (Information
Technology atau IT). Istilah ini mulai populer di akhir dekade 70-an. Pada masa
sebelumnya, teknologi informasi masih disebut dengan istilah teknologi komputer
atau pengolahan data elektronik atau PDE (Electronic Data Processing atau EDP).
Istilah telematika lebih ke arah penyebutan
kelompok teknologi yang disebutkan secara bersama-sama, namun sebenarnya yang
dimaksudkan adalah teknologi informasi yang digunakan di media massa serta
teknologi telekomunikasi yang umumnya digunakan dalam bidang komunikasi
lainnya.
Istilah teknologi sering kali rancu dengan
istilah sistem informasi itu sendiri dan kadang menjadi bahan perdebatan. Ada
yang menggunakan istilah teknologi informasi untuk menjabarkan sekumpulan
sistem informasi pemakai, dan manajemen. Pendapat ini menggambarkan teknologi
dalam perspektif yang luas. Namun kalau didasarkan pada definisi sistem
informasi menurut Alter di depan, teknologi informasi hanyalah bagian dari
sistem informasi.
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
B. contoh dari Teknologi Telematika
1. Speech Recognition
Automatic Speech Recognition (ASR) adalah
suatu pengembangan teknik dan system yang memungkinkan computer untuk menerima
masukan berupa kata yang di ucap. Teknologi ini, memungkinkan suatu perangkat
untuk mengenali dan memahami kata-kata yang diucapkan dnegan cara digitalisasi
kata dan mencocokkan sinyal digital tersebut dengan pola tertentu yang tersimpan
dalam suatu perangkat. Kata-kata yang diucapkan diubah bentuknya mejadi sinyal
digital dengan cara mengubah gelombang suara sekumpulan angka yang kemudian
disesuaikan dengan kode-kode tertentu untuk mengidentifikasika kata-kata
tersebut. Hasil dari identifikasi kata yang diucapkan dapat ditampilkan dalam
bentuk tulisan yang dapat dibaca oleh perangkat teknologi sebagao sebuah
komando untuk melakkan suatu pekerjaan, misalnya penekanan tombol pada telepon
genggam yang dilalukan secara otomatis dengan komando suara. Speech Recognition
juga merupakan sistem yang digunakan untuk mengenali perintah kata dari suara
manusia dan kemudian diterjemahkan menjadi suatu data
yang dimengerti oleh komputer. Pada saat ini,
sistem ini digunakan untuk
menggantikan peranan input dari keyboard dan
mouse.
Alat
pengeal ucapan, atau yang sering disebut dengan speech recognition ini,
membutuhkan sampel kata sebenarnya yang diucapkan dari pengguna. Sampel kata
akan didigitalisasi, disimpan dalam computer, dan kemudian digunakan sebagai
basis data dalam memcocokkan kata yang diucapkan selajutnya. Sebagian besar
alat pengenal ucapan ini sifatnya masih tergantung pada pengeras suara. Dan
kekurangan lain dari alat ini, adalah alat ini hanya dapat mengenal kata yang
diucapkan dari satu atau dua orang saja, serta hanya bisa mengenal kata-kata
terpisah, yaitu kata-kata yang dalam penyampaiannya terdapat jeda antar kata.
Hanya sedikit dari peralatan ini yang sifatnya tidak tergatung pada pengeras
suara dan dapat mengenal kata yang diucapkan banyak orang serta dapat mengenal
kata-kata continue atau kata-kata yang dalam penyampaiannya tidak terdapat jeda
antar kata.Pengenalan suara sendiri terbagi menjadi dua, yaitu pengenalan
pengguna (identifikasi suara berdasarkan orang yang berbicara) dan pengenalan
ucapan (identifikasi berdasarkan kata yang diucapkan).
Alat
ini sudah ada sejak tahun 1940, dimana pada tahun tersebuut perussahaan
American Telephone and Telegraph Company (AT&T) sudah mulai mengembankan
suatu perangkat teknologi yang dapat mengidentifikasi kata yang diucapkan
manusia. Lalu, sekitar tahun 1960-an para peneniliti dari perusahaan tersebut
sudah berhasil membuat suatu perangkat yang dapat mengidentifikasi kata-kata
terpisah dan pada tahun 1970-an, mereka sudah dapat membuat perangkat yang
dapat megidentikikasi kata-kata continue. Alat ini menjadi fungsional sejak
tahun 1980-an dan hingga sekarang masih akan terus dikembangkan dan
ditingkatkan keefektifannya.
Keuntungan dari sistem ini adalah pada
kecepatan dan kemudahan dalam penggunaannya. Kata – kata yang ditangkap dan
dikenali bisa jadi sebagai hasil akhir, untuk sebuah aplikasi seperti command
& control, penginputan data, dan persiapan dokumen. Parameter yang
dibandingkan ialah tingkat penekanan suara yang kemudian akan dicocaokkan
dengan template database yang tersedia. Sedangkan sistem pengenalan suara
berdasarkan orang yang berbicara dinamakan speaker recognition. Pada makalah
ini hanya akan dibahas mengenai speech recognition karena kompleksitas
algoritma yang diimplementasikan lebih sederhana daripada speaker recognition.
Algoritma yang akan diimplementasikan pada bahasan mengenai proses speech
recognition ini adalah algoritma FFT (Fast Fourier Transform), yaitu algoritma
yang cukup efisien dalam pemrosesan sinyal digital (dalam hal ini suara) dalam
bentuk diskrit. Algoritma ini mengimplementasikan algoritma Divide and Conquer
untuk pemrosesannya. Konsep utama algoritma ini adalah mengubah sinyal suara
yang berbasis waktu menjadi berbasis frekuensi dengan membagi masalah menjadi
beberapa upa masalah yang lebih kecil. Kemudian, setiap upa masalah
diselesaikan dengan cara melakukan pencocokan pola digital suara.
2. Interface
Antarmuka
(Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem.
Antarmuka (Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan
memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur
penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi.
Interface, berfungsi untuk menginput
pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan sistem pakar (ES), menampilkan
penjelasan sistem dan memberikan panduan pemakaian sistem secara menyeluruh /
step by step sehingga pengguna mengerti apa yang akan dilakukan terhadap suatu
sistem. Yang terpenting adalah kemudahan dalam memakai / menjalankan sistem,
interaktif, komunikatif, sedangkan kesulitan dalam mengembangkan / membangun
suatu program jangan terlalu diperlihatkan.
Interface yang ada untuk berbagai sistem, dan
menyediakan cara:
1. Input,memungkinkan
pengguna untuk memanipulasi sistem.
2. Output,
memungkinkan sistem untuk menunjukkan efek manipulasi pengguna.
Tujuan sebuah interface adalah
mengkomunikasikan fitur-fitur sistem yang tersedia agar user mengerti dan dapat
menggunakan sistem tersebut. Dalam hal ini penggunaan bahasa amat efektif untuk
membantu pengertian, karena bahasa merupakan alat tertua (barangkali kedua
tertua setelah gesture) yang dipakai orang untuk berkomunikasi sehari-harinya.
Praktis, semua pengguna komputer dan Internet (kecuali mungkin anak kecil yang
memakai komputer untuk belajar membaca) dapat mengerti tulisan. Meski pada umumnya panduan interface
menyarankan agar ikon tidak diberi tulisan supaya tetap mandiri dari bahasa,
namun elemen interface lain seperti teks pada tombol, caption window, atau
teks-teks singkat di sebelah kotak input dan tombol pilihan semua menggunakan
bahasa. Tanpa bahasa pun kadang ikon bisa tidak jelas maknanya, sebab tidak
semua lambang ikon bisa bersifat universal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar